Oleh : Hery Dian Septama
Dosen tetap di Teknik Elektro Universitas Lampung.
Pernahkah kita berada di sebuah pertigaan atau perempatan jalan dan disitu terdapat penunjuk arah, masing-masing arah di tandai, kalau ke belok kanan ke mana, ke kiri kemana dan seterusnya. Artinya jika kita hendak menuju suatu daerah maka tentu kita akan meilih rute yang menuju ke arah tujuan kita di perempatan tersebut dengan melihat papan penunjuk arah. Analogi diatas juga terjadi dalam jaringan, internet sebuah jalan yang menghubungkan banyak tempat dan jutaan rute yang bisa dipilih.
Perangkat jaringan yang ditugasi sebagai penunjuk arah ialah Router dan daftar arah disimpan dalam sebuah tabel yang disebut Routing Table. Sama seperti papan penunjuk arah yang tentunya tidak serta merta ada namun harus dibuat, maka Routing pun harus dibuat terlebih dahulu. Router akan langsung mengenali rute yang terhubung langsung dengannya, namun ia tidak akan pernah tahu rute lain yang tidak terhubung langsung.

Pada gambar diatas, Router A hanya akan mengetahui rute ke network 192.168.2.0 dan network 20.0.0.0 yang merupakan rute yang terhubung langsung dengannya. Jadi, jika komputer PC-A mengirimkan data ke PC-B maka dipastikan gagal karena Router A tidak/belum tahu rute/arahnya kemana.Untuk membuat agar router mengetahui arah/rute lain diluar yang terhubung langsung bisa dilakukan dengan dua cara yakni dengan Static Routing dan Dynamic Routing.
Static Routing
Dengan static routing, maka administrator sendiri yang harus mendifinisikan arah/rute pada setiap router yang ada pada jaringan yang ditanganinya.
Kelebihan :
Lebih aman, karena admin sendiri yang memilih rute/rute yang diperbolehkan dituju
Kekurangan
Tidak cocok untuk network besar karena admin akan menghabiskan waktu mengupdate manual semua router jika ada perubahan pada jaringan
Agar bisa berkomunikasi dengan baik maka, setiap router yang ada harus ditambahkan semua rute/network yang ada pada jaringan yang tidak terhubung langsung. Sebagai contoh, pada Router A, kita perlu menambahkan network 192.168.1.0 dan 10.0.0.0 dan seterusnya pada router B network 20.0.0.0 dan network 10.0.0.0 serta pada Router C ditambahkan network 192.168.2.0 dan netwrok 10.0.0.0.
Format umumnya ialah:
ip route <network tujuan> <subnetmask> <ip next hop> atau
ip route <network tujuan> <subnetmask> <outgoing interface>
Pada router cisco bisa dilihat dengan contoh berikut :
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.2.2
Router(config)#ip route 10.0.0.0 255.0.0.0 192.168.2.2
Router(config)#exit
Jika kita lihat routing table pada Router A maka akan diperlihatkan data sebagai berikut :
Router#sh ip route
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
P - periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
S 10.0.0.0/8 [1/0] via 192.168.2.2
C 20.0.0.0/8 is directly connected, FastEthernet0/0
S 192.168.1.0/24 [1/0] via 192.168.2.2
C 192.168.2.0/24 is directly connected, Serial0/0
Router B dan C harus dilakukan konfigurasi yang sama dengan menambahkan rute atau alamat network yang tidak terhubung langsung. Pengujian apakah koneksi telah berhasil bisa dilakukan dengan perintah sederhana PING. Contoh ping dari PC A ke PC B dengan alamat IP 10.0.0.2 sebagai berikut :
PC A>ping 10.0.0.2
Pinging 10.0.0.2 with 32 bytes of data:
Reply from 10.0.0.2: bytes=32 time=17ms TTL=125
Reply from 10.0.0.2: bytes=32 time=11ms TTL=125
Reply from 10.0.0.2: bytes=32 time=14ms TTL=125
Reply from 10.0.0.2: bytes=32 time=17ms TTL=125
Ping statistics for 10.0.0.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 11ms, Maximum = 17ms, Average = 14ms
Jika ada balasan seperti diatas maka komputer sudah berhasil berkomunikasi dengan baik. Untuk Dynamic Routing akan dibahas pada tulisan selanjutnya








